PANGERAN COKLAT DAN PUTRI CHEESE CAKE



PANGERAN COKLAT DAN PUTRI CHEESE CAKE
 Oleh Arieska

 “Hai, Putri Cheese Cake! Gimana kabarmu hari ini?!” Lagi-lagi ada sepucuk surat di dalam tasku. Hampir setiap hari ada surat di dalam tasku yang mengatasnamakan dirinya ‘Pangeran Coklat’. Huh, gila aja. Siapa sih yang usil kayak gini?! Batinku dalam hati.

 Aku sama sekali tidak pernah membalas pesan itu. Apa gunanya?! Tapi semakin lama aku semakin penasaran. Apa mungkin ini ulah ketiga sahabatku?! Ah, pasti mereka. Siapa lagi yang tau kalau aku suka cheese cake lapis coklat. Namanya aja dihubung-hubungin sama cheese cake n coklat. Udah jelas-jelas namaku Fara Nia Rahma… Huhh,,
 ***

 “Hai, guys! Aku mau ngomong sesuatu sama kalian”. Aku langsung duduk di antara ketiga sahabatku.
 “Mau ngomong apa sih, Far? Serius banget…” Dela mengedipkan matanya ke arahku.
 “Apaan sih?! Aku pengen tanya masalah surat misterius itu. Jangan-jangan, itu ulah kalian ya?!” Aku memandang mereka serius.
 “Huft,, mentang-mentang kita deket sama kamu, masak kamu nuduh kita juga sih. Penggemar rahasia kali…” Lisa sedikit mengodaku.
 Memang sih, aku dan ketiga sahabatku sudah berteman lama. Mana mungkin mereka melakukan teror semacam ini?! Ah, lalu siapa sih?! Aku bertanya-tanya dalam hati.

 Bel panjang menandakan jam sekolah telah berakhir. Hari ini aku tidak ada acara. Paling aku akan menyibukkan diri di rumah. Baru saja aku selesai ganti baju, HP-ku berbunyi. Nomor tak dikenal. Siapa ya?! Pikirku.
 “Hai, Putri Cheese Cake! Pasti baru mau istirahat ya… Jangan lupa, besok ada tugas matematika.-Pangeran Coklat-.” Aku terkejut. Bagaimana mungkin doa tau nomor HP-ku?! Baru saja ingin ku balas, sudah ada pesan lagi.
 “Aku ingin suatu saat kita bisa berteman. Oya, kenapa sih kamu tidak pernah membalas pesanku?”

 Benar-benar aneh. Bagaimana aku bisa menjadikannya teman jika aku tak mengenalnya?! Siapa sih dia?! Aku semakin penasaran pada Pangeran Coklat ini. Pasti dia orang yang dekat denganku. Kalau tidak, mana mungkin dia tau kalau besok ada tugas matematika?! Aku menggaruk-garuk kepala. Tanpa ragu aku langsung membalas pesan itu.
 “Bagaimana aku bisa menjadikanmu teman?! Aku saja tidak mengenalmu.” Ku tekan tombol Send.

 Beberapa menit kemudian, satu SMS masuk . . .
 “Mmm. . . Besok kamu datang saja ke taman belakang sekolah… Aku tunggu kamu di sana. Oke! Sekarang cepat tidur! Tidak baik seorang putri tidur malam-malam.” Ia mengakhiri percakapan ini.
 “Huft… Oke! Besok aku akan segera tau siapa sebenarnya si Pangeran Coklat ini.” Aku segera memejamkan mata. Tidak sabar ingin melihat si Pangeran Coklat. Apa benar dia ingin menjadi temanku?! Hahh. . .
 ***

 Keesokan harinya, aku semakin penasaran dengan Pangeran Coklat. Aku menceritakan SMS yang dikirim Pangeran Coklat semalam pada ketiga sahabatku. Bukannya membantuku, eh malah menggodaku.
 “Temui saja lah… Daripada penasaran terus…” Lira mulai memberikan solusi.
 “Oke lah… Nanti aku akan menemuinya pulang sekolah.” Aku mengiyakan usulan Lira. Toh,, setelah aku mengenalnya, siapa tau dia adalah anak yang baik. Kalau dapat banyak teman kan lebih baik, pikirku.
 Bel panjang mengakhiri pelajaran hari ini. Jantungku berdegup kencang. Aku semakin berpikir macam-macam. Apa dia orang jahat?! Jangan-jangan dia ingin mencelakaiku?! Ah, tidak!

 Dengan langkah gontai, aku memberanikan diri melangkah menuju taman belakang sekolah. Suasananya sepi. Hanya suara daun kering yang terseret angin kesana-kemari. Ada seseorang duduk di sebuah bangku yang ada di taman. Aku melangkah mendekatinya. Sepertinya,, aku pernah melihatnya…
 “Hai, apa kamu Pangeran Coklat?” Aku bertanya dengan gugup. “Eh, hai… kamu sudah datang…” Dia membalikkan wajahnya padaku. Aku terkejut bukan main. Rafa?! Apa benar dia?! “Kok bengong sih… Putri Cheese Cake!!”
 “Eh, maaf. Kamu?! Kamu Pangeran Coklat itu, kan?!” Aku masih tidak percaya. Parahnya, aku masih asyik dengan tampang polosku yang bikin dia ketawa habis-habisan.
 “Iya, Faraaa. . . Udah dong, jangan pasang tampang polos gitu! Bikin perut sakit aja… Hahaha. . .” Tawanya makin menjadi-jadi.
 “Oke, to the point aja. . . Apa maksud kamu kirimin pesan-pesan itu ke aku?!” Aku bertanya dengan ketus abis.
 “Maaf deh,,, aku kan udah bilang kalau aku pengen jadi temen kamu.”
 “Emang apa alasan kamu pengen jadi temen aku?! Dan kenapa kamu pakai nama Pangeran Coklat dan manggil aku Putri Cheese Cake…” Aku memandangnya serius.
 “Sebenarnya,, aku udah lama pengen jadi teman kamu. Apa kamu ingat, waktu MOS dulu kamu pernah marah-marah gara-gara aku numpahin Cheese Cake lapis coklat buatan mama kamu?!” dia tertawa memandangku.
 “Jadi, kamu si Rafa yang culun itu?! Gila,, sekarang kamu udah beda ya. . .”
 “Hehe… Iya dong… Sejak saat itu, aku penasaran sama kamu. Aku pengen kenal sama kamu dan jadi temen kamu. Jadi gimana?!”
 “Gimana apanya?!”
 “Ya. . . kamu mau gak, jadi temen aku…..”
 “Oke… Sekarang kita temen… Friend Forever Pangeran Coklat…” aku mengulurkan jari kelingkingku padanya yang langsung disambutnya.
 “Makasih Putri Cheese Cake…”
 Kami sama-sama tertawa. Kami sekarang resmi berteman. So, sekarang Pangeran Coklat n Putri Cheese Cake adalah teman… Untuk sekarang dan selamanya…


 ***
PROFIL PENULIS
 Nama : Arieska Dian Saputri
 TTL : 18 Desember 1994
 Alamat : Ds. Dumplengan, Ngawi
 Hobi : Membaca, menulis, dan menggambar
 FB : Ariezka Sa Azkiya


0 komentar:

Posting Komentar