Malas Itu Adalah Ancaman Masa Depan

Di sebuah sekolah, ada seorang murid yang pemalas, sebut saja Putra. Dia adalah murid yang tergolong anak yang sangat pemalas, kerjanya hanya mengganggu teman-teman di kelas. Dan di kelas itupun ada seorang cewek cantik yang mampu menarik perhatian Putra yang bernama Indah, Indah adalah orang adalah orang yang sangat di jahili oleh Putra.

Menjelang ujian tengah semester, semua murid bersiap-siap untuk menghadapi ujian semester yang pertama. Putra, baginya ujian bukanlah masalah yang besar, tapi bagi Indah ujian merupakan tempat memperlihatkan hasil kerja selama satu semester. Hari-hari ujian pun berlalu, semua murid khawatir akan nilainya rendah, bagi Putra dia tidak memikirkan nilai ujiannya karena itu bukanlah hal yang penting.

Class Meeting pun berlalu, semua murid pergi kesekolah untuk melihat hasil jerih payah mereka. Nilai hasil ujian diletakkan di mading sekolah. Semua murid pun pergi ke mading, saat itu Putra dan Indah juga ikut melihat nilai mereka. Indah meraih peringkat pertama dalam satu kelas, namun Putra mendapatkan peringkat terakhir di kelas, dia pun berpikir "jika nilaiku terus begini aku bisa tidak naik kelas".

Libur pun dimulai, walaupun hari libur Indah tetap belajar, sedangkan Putra ia hanya bisa merenung didalam hatinya. Ia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
"Mengapa nilaiku seperti ini?"
"Mungkinkah karena aku pemalas?"
"Baiklah, mulai sekarang aku akan giat berlajar!"

Setelah ia merenung, akhirnya Putra ingin berubah menjadi orang yang rajin dan pintar. Dan ia pun menelepon Indah.
Putra : "Halo, Indah ya?"
Indah : "Ya, siapa ya?"
Putra : "Hmmm, ini aku Putra."
Indah : "Ada apa ya Put?"
Putra : "Mau nanya nih?"

Indah : "Nanya apa?"
Putra : "Nih, kamu kok bisa dapet juara sih?"

Indah : "Ooh, itu karena aku rajin belajar!, sekarang pun aku masih belajar!"
Putra : "Boleh ikutan gak?"

Indah : "Gimana yah???, sekarang udah malam dan aku mulai ngantuk."




Putra : "Gak apa-apa, kapan-kapan aja deh, makasih ya"
( Putra pun mengakhiri percakapannya dengan Indah )
Semenjak Kejadian itu Putra belajar dan meluangkan waktunya demi untuk masa depaanya.

Liburpun usai, sekolah pun dimulai. Semua murid mulai berdatangan kesekolah, bel sekolah pun berbunyi "Teeet.....Teeet......Teet......", semua murid memasuki kelasnya masing-masing. Hari ini tidak berjalan seperti biasanya, semua teman Putra pun berpikir, kenapa Putra tidak seperti biasanya. Salah satu teman Putra bertanya kepadannya.
Teman Putra : "Kenapa kamu Put?, gak seperti biasanya!"
Putra : "Emang."
Teman Putra : "Terus kenapa kamu gak seperti biasanyaa?"
Putra : "Ya mau gimana lagi, demi masa depanku!"
Teman Putra : "Baiklah aku akan mendukungmu! tapi dari jauh."
( Semua teman Putra pun tertawa terbahak-bahak )
Pelajaran pun dimulai, saat belajar Putra duduk disebelah Indah. Semua murid pun heran dan berkata "kayaknya Putra dan Indah serasi". Saat pelajaran Matematika, mereka bekerja sama untuk menyelesaikan soal latihan yang diberikan oleh guru. Kejadian ini terus pun berlanjut sampai bulan berikutnya.

Empat bulan pun berlalu, bulan ini adalah bulan dimana akan di adakan ujian kenaikkan kelas. Putra pun semakin giat belajar. Saat belajar Indah pun termenung saat melihat Putra, cowok yang tadinya pemalas sekarang menjadi rajin dan pintar, hal itupun memikat hati Indah. Semenjak itupun Indah sedikit pemalu dan Indah mulai jatuh cinta kepada Putra.

Ujian kenaikkan kelas pun dimulai, Putra merasa percaya diri dan mendapatkan semangat dari Indah. Setelah ujian kenaikkan kelas usai, semua murid merasa lega tapi masih ada yang tegang, naik kelas atau tidaknya.

Hari penentuan pun tiba, semua murid masuk kelas dan duduk dengan gelisah. Pembagian nilai ujian dimulai, wali kelas mengatakan "semuanya naik kelas". Semua murid pun bersorak karena senangnya, wali kelas mulai menyebutkan peringkat kelas. "Baiklah murid-murid, sekarang saya akan membacakan peringkat kelas. Peringkat pertama di raih oleh...... Indah !!!, dan peringkat kedua di raih oleh........... Putraaa !!!" semua murid pun heran terutama teman Putra, karetan Putra bisa mendaptakan peringkat kedua. Semua teman-teman Putra berada di peringkat terakhir.

Setelah pembagian nilai ujian berakhir, semua murid pun keluar kelas, saat mau berdiri ada hal yang terpikirkan oleh Putra. "Bukankah aku pernah suka kepada Indah?" dan dia punya niat untuk menembak Indah, Putra pun menunggu indah di depan kelas. Saat Indah keluar, Putra menghadangnya. Putra pun mulai gugup untuk menyatakan perasaannya, dan ia pun memberanikan diri.
Putra : "Indah, aku mau menyatakan sesuatu nih!"
Indah : "Apa ?"
Putra : "Kalo aku......"
Indah : "Aku apa???"
Putra : "Kalo aku sayang kamu!"
( Pipi Indah pun mulai merah. )
Putra : "Kamu marah ya?, maaf kalau aku bikin kamu marah."
Indah : "Ngak kok."
Putra : "Kamu mau gak jadi kekasihku ?"
Indah : "Mmmmmmm, Kasih tau gak ya ?"
Putra : "Kasih tau lah!"
Indah : "Mau...!"
Putra dan Indah pun menjadi sepasang kekasih yang bahagia, dan mereka semakin giat belajar dan bersaing untuk mendapatkan peringkat pertama.

- Karya : Diko aprilio -

Catatan : CerPen ini aku buat pada tahun 2011, waktu itu aku menduduki Kelas XI SMA. CerPen ini dibuat berdasarkan imajinasiku waktu itu, namun CerPen ini berlaku dan terjadi padaku saat ini! Entah mengapa hal ini bisa terjadi, Mungkin karena kuasa Tuhan !.



0 komentar:

Posting Komentar